Menulislah Wahai Para Pemuda

"belajar menulis"
Ilustrasi: Google
Apa yang menggiang di pikiran kamu kala mendengar kata menulis? Mengambil sebatang pulpen nan indah dan bertinta emas lalu mencoret-coretnya di selebaran kertas? Ataukah dalam menulis itu harus  yang bisa memberikan informasi untuk segenap manusia di muka bumi?
Ya. Sebaiknya menulis itu yang bisa menyajikan informasi bermanfaat buat khalayak ramai, Namun. Semua dari kita memahaminya, bahwa kegiatan menulis ini seperti seorang prajurit yang sedang di medan perang. Kebingungan tentu saja melandanya.

Strategi apa yang harus ia pakai, bagaimana cara memulainya, siapa yang akan ia tembak pertama kali kala berhadapan dengan musuh. Tentu saja pertanyaan ini terus menyelinap di setiap kepala siapa saja yang hendak mencoba memainkan jari-jemari indahnya di atas keyboard laptop  atau di selebaran kertas putih nan suci.

Kebingungan tak jarang menghampiri kita yang ingin belajar menulis, selain dari mana harus memulainya ide apa saja yang akan kita tuangkan suaya tulisan kita nampak powerful dan bisa memberikan manfaat yang besar.

Beberapa waktu silam, saat saya ngopi bareng rekan-rekan di salah satu kedai kopi di Banda Aceh, dalam rombongan itu turut hadir di tengan-tengah kami Thayeb Loh Angen sekaligus juga orang yang telah membuka cakrawala berfikir saya.

Tak hanya saya yang diajarkan mengenai ilmu kepenulisan, beliau juga sudah menurunkan ilmu menulis  kepada banyak orang melalui Sekolah Hamzah Fansuri-nya.

Perkataannya yang masih tersimpan di dalam memori saya “Menulislah kamu apa saja yang engkau bisa, tak perlu ragu dan malu, dengan menulis, artinya kamu sudah mau membuka tabir untuk berpikir.’’

Sudah tidak diragukan lagi, bahwa apa yang beliau sampaikan itu vitamin buat saya dan juga teman-teman yang lain, tak terkeculi Anda yang membaca tulisan saya ini.




Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel